Werkudoro yang Memiliki Sifat Tidak Pernah Putus Asa, Berikut Penjelasannya

Werkudara berperawakan tinggi, besar, gagah, berkumis dan berjenggot. Ia memiliki kuku panjang dan kuat yang menjadi senjata alamiahnya. Kuku

wayang kulit werkudoro

itu disebut kuku Pancanaka. Pakaiannya juga khas yakni berkain poleng bang bintulu lima warna yang terdiri dari warna putih, hitam, kuning, merah, dan hijau. 

Contoh Heading

Contoh Heading 1

Contoh SubHeading

Contoh SubHeading 2

Kepada siapa pun, Werkudara tidak pernah memakai bahasa krama inggil atau bahasa halus. Ia selalu berbicara dengan bahasa ngoko, atau bahasa lugas sederajat, bahkan kepada para dewa.

Ia hanya menggunakan bahasa halus kepada Dewa Ruci. Di kalangan penggemar wayang, Werkudara dianggap mewakili karakter seseorang yang jujur, lugas, tidak pandang bulu, ulet, tidak pernah putus asa, spontan, dan tak pernah menghindari tantanyang. Namun ia dikenal sebagai kesatria yang tegas kepada musuhnya yang jahat seperti pada Dursasana dan Patih Snegkuni. 

Khusus dalam pewayangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, nama Bratasenna, Wijasena, atau Haryasena lebih sering digunakan untuk menyebut Bima ketika masih remaja. Sedangkan nama Werkudara digunakan menyebut Bima saat ia dewasa.

Komentar